Postingan

ONE PIECE bajak Laut yang baik Hati

Bismillah.. Pirate Flag  dinamai dgn Jolly Roger dengan  makna arti Bendera Bajak laut dengan  Gambar Tengkorak dan Tulang simbol Perompak ini yang diadopsi dari  Perompak dari lautan Eropa dan Karibia dan menjadi  kesatuan Simbol bajak Laut di berbagai negara dan perlu diketahui Dunia sepakat kala itu Bajak laut dengan Pirate Flag Pergerakannya yang Selalu menyerang dan  Merampok kapal yang lebih besar yang Simbol tersebut sudah di akui Masyarakat Dunia. Kali ini Simbol Bajak laut tersebut menjadi ikonis Simbol ada yang beranggapan sebagai:  1. Bendera"Perlawanan" dan "Persatuan "  2. Bendera One piece di kaitkan dgn Nubuwah Rasulullah datangya panji hitam dari timur  3. Freedom of Expression (kebebasan berekspresi 4. Bendera  kekecewaan  5. Simbol Expresi kemerdekaan sejati. Dan sekarang orang berbondong-bondong terbawa arus Eforia sesaat ini Terutama kebanyakan Umat Islam yang membanggakan Simbol Bajak laut itu, yang sejatinya da...

Gugurnya Ke Imanan Seseorang

*Gugurnya Iman* Dalam pandangan Allah SWT, manusia itu pada dasarnya hanya terbagi kepada dua golongan, yakni Mukmin dan kafir. Hal tersebut telah ditegaskan-Nya di dalam Alquran. “Dan katakanlah: ‘Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.’ Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka,” (QS al Kahfi [18]: 29). Jika kemudian golongan Mukmin mempunyai beberapa tingkatan, seperti Muslim, Mukhlis, Muhsin, dan Muttaqin, maka golongan kafir pun demikian. Mereka memiliki banyak varian. Sebut saja mulhid (ateis), musyrik (penyekutu Allah), dan munafik (pura-pura beriman). Lalu bagaimana halnya dengan orang yang hanya mengimani Allah pada sebagian urusan, sedangkan pada sebagaian urusan lainnya dia mengingkari-Nya? Dalam padangan Allah, orang semacam ini tetap masuk dalam golongan kafir. Jadi, tidak ada istilahnya orang setengah Muk...

Segala Amalan orang Kafir Seperti Fatamorgana

Allah subhaanahu wa ta’aalaa menurunkan Al-Qur’an untuk seluruh manusia, dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk kehidupan ( نظام الحياة ), dan sebagai rahmat bagi Alam semesta. Sesiapa pun yang percaya dan beriman kepada kalam-Nya niscaya akan selamat dan dibalas semua amalan yang pernah dikerjakan selama di dunia, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang tampak oleh kasat mata maupun yang tidak terlihat, semua menerima jaza’ sesuai dengan apa yang diperbuat. Sebaliknya yang tidak mau mempercayai dan mengimani sudah pasti akan binasa, tersesat, dan sia-sia. Karena amalan mereka laksana fatamorgana di tanah tandus. Sebagaimana Allah subhaanahu wa ta’aalaa : وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِنْدَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ (39) أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْق...

BERDALIL MEMPERINGATI NATAL DENGAN MAULID NABI

BERDALIL MEMPERINGATI NATAL DENGAN MAULID NABI _______________________________ Sebagian kalangan yang membolehkan merayakan natal atau melegitimasi ucapan selamat natal beralasan, *“Kan kita juga merayakan maulid Nabi Muhammad, sah-sah saja dong jika kita merayakan maulid Nabi Isa (maksudnya: natal).”* *NATAL JELAS BUKAN PERAYAAN MUSLIM* Perayaan atau hari besar Islam hanyalah dua, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan, كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى *“Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun di mana mereka bersenang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua ha...

KESESATAN AL ZAIYTUN

JAKARTA — Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali, mempertanyakan sikap pemerintah yang lamban dalam menyelesaikan berbagai persoalan terkait Ma'had Al Zaytun. Menurutnya dengan berbagai penyimpangan ajaran di Ma'had Al Zaytun serta adanya keterkaitan dengan NII KW 9, pemerintah tidak cukup untuk memberikan teguran. Tetapi menurutnya pemerintah juga harus secepatnya mengambil tindakan membubarkan. "Jadi apa lagi yang mau ditunggu pemerintah. Mengapa ada negara di dalam negara ini dibiarkan. HTI yang punya pemikiran tentang khilafah sudah dibubarkan, FPI juga dibubarkan, loh kok ini Al Zaytun dia jelas punya struktur pemerintahannya sendiri, dibiarkan," kata kiai Athian kepada Republika.co.id pada Sabtu (17/06/2023). Kiai Athian melihat adanya saling lempar dan menunggu di antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat dalam menyelesaikan persoalan Al Zaytun. Hal tersebut menurutnya justru semakin menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan di ...

AKIBAT MENCARI RIDHO MANUSIA

*AKIBAT MENCARI RIDHO MANUSIA* *Oleh :* *Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc*   Di antara rasa takut yang tercela adalah jika sampai rasa takut membuat seseorang lebih mendahulukan ridho manusia dalam keadaan membuat Allah murka. Artinya yang ia cari asal manusia senang dan ridho dengan dirinya walau ketika itu melanggar aturan Allah. Ia pun sudah tahu kalau itu salah. Rasa takut semacam ini juga mengurangi tauhid seseorang, di samping akan mendapatkan akibat buruk nantinya. Walau manusia awalnya suka, Allah bisa membolak-balikkan hati mereka menjadi benci nantinya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari hadits ‘Aisyah berikut ini. Dalam hadits disebutkan, عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ قَالَ كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رضى الله عنها أَنِ اكْتُبِى إِلَىَّ كِتَابًا تُوصِينِى فِيهِ وَلاَ تُكْثِرِى عَلَىَّ. فَكَتَبَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها إِلَى مُعَاوِيَةَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-...

ANTARA TOLERANSI DAN KEBERSAMAAN

Antara Toleransi Dan Kebersamaan Sobat, saya yakin anda pernah jalan jalan bersama istri atau suami anda, atau barang kali kedua orang tua atau mungkin pula teman.  Tentu acara berjalan bersama akan terasa nyaman dan mengasyikkan bila ada sikap saling memahami dan toleransi. Sebagai contoh:  Di saat teman anda merasa mulas / sakit perut maka anda dituntut pengertian, yaitu dengan mengizinkannya pergi ke toilet. Anda membiarkannya menyelesaikan urusannya, tanpa anda mengganggunya. Kebersamaan atau toleransi bukan berarti anda turut serta masuk ke toilet, ikut ikutan jongkok di toilet karena anda ingin menunjukkan sikap solidaritas atau empati dengannya.   Sobat, kira kira apa yang anda lakukan bila ada teman anda yang ingin toleransi atau empati kepada anda dengan cara turut serta masuk ke toilet bersama anda dan ikut ikutan jongkok bersama anda? Gambaran ini adalah ilustrasi sederhana tentang toleransi beragama yang seharusnya dilakukan oleh ummat Islam kepada tetangga at...