Pemahaman yang Sesat adalah Pemahaman yang belum Faham

Pemahaman Sesat adalah Pemahaman yang belum Faham..!!!

Ketika Allah Ta’ala berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 29
.قَاتِلُوا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَلَا يُحَرِّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَلَا يَدِيْنُوْنَ دِيْنَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حَتّٰى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَّدٍ وَّهُمْ صٰغِرُوْنَ ࣖ
Terjemahan
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
Kaum musyrikin Dalam surat 9:29 adalah ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) penjelasan ada di ayat 30.
Asbabunuzul ayat ini adalah Allah’ mengingatkan umat Muslim dikala Perang Hunain baca ayat sebelumnya ayat 25.Terus ada Perintah perangi karena Kaum muslimin dalam keadaan di sergap kaum Musyrikin.Dalam keadaan Perang Kaum musyrikin jumlah 30.000 kaum muslimin jumlah nya 10.000 dan Umat Muslimin Ragu.
Jadi perintah Perang ini dialamatkan jika Kaum kafir Harbi Mengusir, Menjajah dan Membunuh kaum Muslimin. Bukan di alamatkan ke kaum Kafir yang damai/dilindungi di negara ini. Apalagi Fatalnya memerangi Umat Muslimin sendiri.Jadi pelaku Bom bunuh diri itu Matinya Konyol dan Ancamannya Neraka Jahanam Krn sdh melakukan Dosa besar yaitu Membunuh sesama Muslim
.وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا 
“Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS An Nisa ayat 93) 
Wallahua’lam bishawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ONE PIECE bajak Laut yang baik Hati

ANTARA TOLERANSI DAN KEBERSAMAAN

BATILNYA KONSEP TRINITAS DALAM NASRANI